Ketua Forum Komunitas Peduli Bengkulu, Lekat. S. Amrin, S,Sos Desak Polres Tangkap Dalang Pembunuhan Di Kaur.
Kaur, BINTUHAN.ID – Masyarakat Kaur , semakin cemas dan kecewa setelah terjadinya pembunuhan anak SMP Bernama Yeti (13) dan Nenek Bidah, 20 Desember 2024 lalu. Tokoh Masyarakat Kaur Serta ketua Forum Komunitas Peduli Bengkulu (FKPB), Lekat S. Amrin, S.Sos, mendesak pihak Polres Kaur untuk segera menangkap dalang di balik pembunuhan tersebut yang dinilai sangat kejam dan menggegerkan warga desa Terkhususnya Di Kabupaten Kaur.
Ketua Forum Komunitas Peduli Bengkulu (FKPB) Lekat. S. Amrin, S.Sos menyatakan kekhawatiran terhadap lambannya proses penyelidikan yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Kemudian selanjutnya ini sudah mencapai belasan hari belum ada informasi yang bisa didapatkan oleh masyarakat, saya punya keyakinan bahwa polres mempunyai instrumen yang cukup untuk menangkap pelaku, mereka (Polres) mempunyai personil yang cukup di 15 kecamatan dan saya tidak yakin kecerdikan pelaku bisa mengalahkan instrumen yang di miliki oleh Polres Kaur dan aparat keamanan, tidak mungkin bisa kalah dengan alibi para pelaku pembunuhan itu.
"Saya Berharap Pihak kepolisian Resor Kaur (Polres) Kaur bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat sampai mana kasus ini berlanjut, apalagi ini sudah belasan hari belum juga terungkap", Katanya
Tambah lagi, Lekat. S. Amrin, S.Sos menegaskan Kasus pembunuhan di Karang Dapo ini adalah pembunuhan itu sangat memprihatinkan dan ini merupakan catatan di akhir tahun 2024 di Kabupaten Kaur dan pembunuhan ini sangat mengerikan. Untuk itu sebagai Masyarakat Kaur meminta Polres Kaur menangkap pelaku, agar bisa mengadili dan menghukum seberat-beratnya.
"Pembunuhan ini sebagai Catatan Di akhir tahun 2024 ini karena ini menjadikan peristiwa pembunuhan yang sadis dan memprihatinkan", Tegasnya
Sambung lagi, Ini sebagai Tantangan untuk Polres Kaur Prestasi Kepolisian Itu adalah menciptakan keamanan, menciptakan kenyamanan dan menjamin warga negara terutama warga di Kabupaten Kaur jangan sampai masyarakat bisa merasa terganggu keamanannya denga peristiwa pembunuhan seperti ini.
"ada lagi peristiwa yang memperhatikan lagi, setelah peristiwa Desa Karang Dapo ada juga peristiwa di Kecamatan Nasal itu juga sama sadis , Terus terang ini saya sebagai masyarakat dan sebagai pengamat Kaur Kini sangat rawan. Pihak Polres tentu berkoordinasi dengan semua pihak. Dan masyarakat dari semua elemen akan mendukung langkah Polres, tak usah ragu. Karena ini kejahatan luar biasa sadis dan menjadi perhatian semua pihak ", Ungkap Lekat. S. Amrin, S.Sos.
Menurut informasi yang dihimpun, Yeti dan Nenek Bidah ditemukan tewas dengan sejumlah luka tusukan di bagian tubuhnya dan sayatan cukup patah di leher. di Rumah Tempat Desa Karang Dapo . Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa beberapa saksi, namun hingga saat ini belum ada perkembangan signifikan dalam penangkapan pelaku.
Pewarta : Kak Cik